Kabar Pagi Penuh Luka

“Terima saja. Ikhlaskan. Tak perlu dipertanyakan,” pesan itu kudapatkan malam tadi dari Sol, sahabat dekatku, selepas kuceritakan kejadian belakangan yang … Lagi

Surat (III)

Aku tumbuh sebagai bocah kalem tapi humoris di sebuah desa di kaki Gunung Slamet. Sesekali, karena sebagian besar orang-orang di … Lagi

Takdir Sonya

Ucapan dokter itu masih terngiang di kepalaku. Dadaku mencelos dan rasanya sempit sekali. Seperti didesak oleh sesuatu yang sangat besar. … Lagi

Surat (II)

Ini bulan Maret, kau ingat? Tiga tahun selepas kita tiba-tiba jalan bersama. Aih! Jalan bersama. Apa-apaan. Tak ada kata ‘bersama’ … Lagi

Ibadah

  Seorang pemuda, baru saja diamanahi menjadi ketua takmir di sebuah masjid di suatu perumahan kota. Baru sebulan pemuda itu … Lagi

Lis

“Kita ke Batumirah, Lis. Ada baiknya kita menikmati senja turun di jajaran pinus yang hijau. Mata kita sudah terlalu sering … Lagi

Dua Mawar

Aku menemukan dua mawar itu di halaman belakang sebuah rumah besar di jalan Gajahmada ketika hari masih begitu pagi. Pagi … Lagi

Terbang

Suatu pagi, seorang pemuda tengah berjalan-jalan di taman kota. Tiba-tiba ia melihat seekor burung yang nyengkuruk. Alih-alih terbang, burung itu … Lagi

Cinta yang Berat

Aku mengenalnya sejak SMP. Aku tak tahu kapan tepatnya, pertama kali kami saling bertemu atau pertama kali kami saling jatuh … Lagi