Tentang

menikmati langit diasuh secara mandiri oleh Nanda Aziz Rahmawan dengan riang gembira dan berusaha selalu apa adanya. Kini, ia masih berstatus mahasiswa tingkat akhir prodi Sastra Indonesia Universitas Negeri Semarang. Sehari-hari, selain merenung dan membaca buku, postingan blog dan kepsyen Instagram, ia sibuk merampungkan tugas akhirnya dalam prosesi pendidikan formal bernama Sarjana. Ia ingin ndang selesai soal tugas akhir itu dan meluluskan diri, meski tak pernah berpikir untuk lulus dari proses bernama belajar.

menikmati langit mewartakan tulisan dari pengasuh. Suplai gagasan yang ada di dalamnya belumlah mapan dan mesti memerlukan pengendapan dan perenungan lebih banyak untuk kemudian dapat disampaikan ke pembaca. Namun, ya beginilah adanya. Adapun rubrik yang tersedia:

Warita, artinya warta atau cerita, berisikan cerita pendek, fiksi mini dan bentuk cerita lainnya.

Sajak, berisikan puisi dan sajak.

Awat, artinya mengapa, berisikan esai yang bermula dari pertanyaan pengasuh tentang alasan mengapa isu-isu yang mutakhir dapat terjadi.

Caruk, artinya kupas, berisikan laporan feature jurnalistik yang pernah pengasuh lakukan.

Rutup, artinya hiruk-pikuk, berisikan percakapan pengasuh dengan seorang tokoh bernama Mat Viral (tentu percakapan imajiner), yang dapat menjadi simbolisme ‘riuh-rendah’ percakapan orang pinggiran tentang isu-isu mutakhir.

Ulas, berisikan ulasan tentang buku, acara atau hal-hal lain di sekitar pengasuh.

Beberapa nama rubrik yang digunakan merupakan bahasa arkais (kuno), yang sudah asing dalam percakapan sehari-hari. Tujuan digunakannya bahasa tersebut semata bentuk penyegaran dari yang umum.

Begitu. Terima kasih telah mengunjungi gubuk saya yang sederhana ini!